Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Menyongsong Tantangan Masa Depan

Pendidikan yang ada di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) atau pun Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) sudah banyak mengalami perubahan untuk menyiapkan tantangan masa depan.

Mencermati PTKIN sekarang tampil dengan wajah yang lebih bervariatif, diantaranya ada UIN, IAIN, STAIN dan PTAI merupakan dampak dari keinginan umat Islam untuk memiliki sebuah institusi pendidikan Perguruan Tinggi yang lebih maju, kata Prof. Dr. H. Abdul Djamil, MA. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI saat memberikan kuliah umum Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak, di aula kampus, Jumat (7/10).

Menurutnya, dosen perlu mengubah paradigma mengenai pendidikan dan siap menerima perubahan dalam memberikan pembelajaran.  Proses pembelajaran di kelas harus mampu membangun kapasitas mahasiswa untuk memiliki kemampuan belajar mandiri, inovatif, dan berkarakter,

Tantangan mahasiswa di masa depan jangan hanya dipahami sebagai kemampuan untuk mengakses dunia maya, tetapi ini adalah sebuah relasi politik, ekonomi, sosial dan budaya yang begitu intensif dan berskala global. Sehingga orang sering mengatakan globalisasi seperti “small village in our hand” (desa kecil yang ada di tangan kita).

Saat ini kita sudah memasuki new age (era baru) dimana akses tanpa batas, kita berada pada dunia dimana tidak ada entitas budaya dan kultural seperti dulu memisahkan antar kultur Timur dan Barat lagi, inilah yang dikatakan Abdul Djamil dunia semakin dekonstruksi.

Ketika entitas masyarakat semakin padat, pungkasnya, maka kemudian ada tesis dan antithesis, seketika itu pula kompetisi semakin ketat. Dalam dunia pendidikan terjadi sebuah a revolution in learning process (revolusi dalam proses pembelajaran) ini adalah perubahan atmosfer dimana PTKIN harus melihat untuk menghadapinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *